Jumat, 05 April 2013
Maulid Nabi
Bulan Rabiul Awal merupakan bulan yang
sangat bersejarah dan berharga bagi umat islam didunia. Dimana pada
bulan ini Alloh SWT telah mengaruniakan kepada kita umat
manusia, seorang Nabi dan Rasul bernama Muhammad bin Abdullah sebagai
rahmat bagi alam semesta alam. Sebagaimana firman-Nya,“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. al-Anbiya; 107).
Tanggal 12 Rabi’ul Awal telah menjadi
salah satu tanggal istimewa bagi sebagian kaum muslimin. Tanggal ini
dianggap sebagai hari kelahiran Nabi akhir zaman, sang
pembawa risalah, penyempurna iman, Nabi agung Muhammad shallallahu
alaihi wa ‘alaa alihi wa sahbihi wa sallam. Beliau
merupakan sosok teladan umat muslim yang pada sosoknya lah kita berkaca
terhadap semua tindak tanduk yang kita perbuat setiap harinya.
Tanggal 12 Rabiul Awal ini biasa disebut
Maulid Nabi atau Maulud saja. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab
berarti hari lahir. Jadi Maulid Nabi Muhammad SAW (bahasa Arab mawlid
an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Peringatan
Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh
setelah Nabi Muhammad wafat. Masyarakat muslim di Indonesia umumnya
menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan
seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian.
Peringatan ini bukan sekedar mengenang sebatas kelahiranya saja, lebih
dari itu Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan
penghormatan kita selaku umatnya kepada Nabi Muhammad SAW. Tujuannya
adalah untuk membangkitkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW.
Diantaranya banyak menyebut manaqib
(kisah hidup) dan kepribadian beliau yang mulia, menjalankan
sunnah-sunnahnya yang agung, dan banyak bershalawat kepadanya.
Sebagaimana hadist nabi yang artinya :“Di antara umatku yang
paling cinta kepadaku adalah orang-orang yang hidup sesudahku, yang
salah seorang di antara mereka ingin melihatku walau harus mengorbankan
keluarga dan harta benda.” (HR. Muslim) Salah satu bentuk
kecintaan kita kepada beliau adalah bershalawat, sebagaimana yang
diperintahkan Allah dalam al quran surah al ahzab ayat 56 yang artinya: “Sesungguhnya
Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan
ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al Ahzab: 56).
Asy Syaikh As Sa’di berkata: “(Dalam ayat
ini) terdapat penjelasan tentang kemuliaan Rasulullah , ketinggian
derajatnya, mulianya kedudukan beliau di sisi Allah dan di sisi
makhluknya. Dan sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat,
yaitu memujinya di hadapan para malaikat dan kelompok makhluk yang
mulia, yang menunjukkan kecintaan-Nya kepada Nabi dan para malaikat yang
dekat (dengan Allah) memberi pujian, mendo’akan serta merendahkan diri
kepadanya. Maka wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian
kepadanya dan ucapkanlah salam dalam rangka mengikuti Allah dan para
malaikat-Nya serta sebagai balasan baginya atas sebagian hak-hak beliau
atas kalian dan untuk menyempurnakan keimanan kalian. Mengagungkannya,
mencintai dan memuliakan nya, serta untuk menambah kebaikan-kebaikan dan
menghapus kesalahan-kesalahan kalian.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal.
671)
Berangkat dari sini sudah sepantasnya,
kita selaku umatnya selalu bersholawat kepada nabi. sebagai
bentuk kecintaan kita kepada nabi. bersholwat ketika duduk, berdiri
ataupun berjalan. Bersholawat Ketika pagi siang sore maupun malam. Kita
berharap semoga dengan peringatan maulid nabi ini menambah kecintaan
kita kepada nabi dan kembali bersemangat menjalankan sunnah-sunnahnya
yang agung .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar